Skip to content

ke-akuan

Sekali waktu, egois itu perlu. Akan tetapi bukan lantas menjadi kebutuhan. Sepertinya term itu menjadi terbalik belakangan ini. Mereka cari selamat, mereka mati-matian bahkan tanpa malu melakukan apa saja untuk sebuah atau beberapa alasan. Posisi? Pengakuan? Penghasilan? Pride? Atau bahkan kesenangan?

Sayang beribu sayang..mereka menutup mata. Bahkan mungkin kepala mereka sudah terpaku pada sendi-sendinya. Mereka bahkan tidak bisa melihat ke sekitarnya, tidak dapat merasa…

Padahal secara logika..untuk apa posisi, pengakuan, penghasilan, dan kesenangan itu jika hanya untuk melihat ke sekitar saja harus menggerakkan bahkan menghadapkan seluruh anggota tubuh ke arah itu? Hilang kenikmatan..dan yang jelas dicabutlah kemudahan atas orang-orang seperti mereka itu.

Ah sudahlah, tampaknya saya masih terlalu hijau untuk menuliskan hal-hal yang kompleks seperti ini..lebih baik saya banyak-banyak menengok supaya tidak terjadi pengapuran di sendi-sendi leher ini.

You’re headed for disaster ‘coz you never read the signs… - Queen

**rangkaian kata yang terdengar seperti alarm handphone di pagi hari ketika dinikmati bersama kopi panas, berbatang-batang rokok, dan air hujan..tanpa ada opsi snooze.

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*