Skip to content

Invisibility

Ada dua sisi yang saling bertolak belakang yang saya rasakan ketika menjadi melakukan sesuatu secara “invisible” atau lebih dikenal dengan bekerja dibalik layar. Sisi pertama yaitu fun dan aman..ketika kita berbuat sesuatu baik itu “benar” atau “tidak benar” kita bisa lepas tangan, bebas tanggung jawab, dan hidup dengan tenang. Terdengar sedikit licik? Ya, memang…

Akan tetapi ketika invisibilitas tersebut diterapkan di dunia kerja, yang saya dapatkan hanyalah kesadaran kalau kelicikan saya di atas dibalas disini. Ketika kita sudah bekerja keras, ketika kita menemukan sesuatu, ketika kita berhasil manyelesaikan masalah, ketika kita rela mengorbankan waktu tidur dan liburan untuk urusan pekerjaan, akan tetapi reward ataupun credit point justru didapatkan oleh orang lain..is it fair?

Ah sudahlah, sepertinya ini memang salah saya ketika saya sudah merasa paling bisa dan merasa lebih, saya jadi menginginkan sebuah penghargaan dan pengakuan.

Mungkin ada baiknya mulai sekarang saya bisa memisahkan antara profesionalisme (yang tentunya butuh visible action demi sebuah nama dan kepercayaan yang pada akhirnya akan menentukan jenjang karir) dan juga idealisme (sejujurnya, saya benar-benar menikmati pekerjaan di balik layar itu).

3 Comments

  1. pram wrote:

    Lakon menang keri mon..
    :gelitik gelitik… di ketiak temon: :p

    just like you’ve said
    don’t sell your soul
    but sell your sk*ll

    Tuesday, February 17, 2009 at 3:49 pm | Permalink
  2. temon wrote:

    skull? :p

    Tuesday, February 17, 2009 at 5:58 pm | Permalink
  3. upil wrote:

    skoll ah?

    tuh kan mon, mending terkenal ajah.. :))

    Monday, February 23, 2009 at 2:05 am | Permalink

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *
*
*